Aku melihat seperti ada yang membuncah dari matamu. Berkilauan menyampaikan runtutan cerita yang lama kau simpan. Kau tak putus mengisahkan segala hal tentang hidup. Dan mengalir saja menemukan muara, dalam gema suara-suara. Selalu seperti itu. Kita hanya saling cerita, tetapi cerita cerita itu seperti membelai sisi batin yang mungkin sebelumnya tak tersentuh. Terlebih, selalu ada perjalanan serupa yang ditemukan tanpa sengaja. Dan itu semakin, menusuk ketika jadi kenangan yang hanya berputar di kepala. Saat jarak kembali menegur sapa. Samar-samar, aku menyaksikan titik rona bahagia yang terhalang dinding keangkuhan. Ah, mengapa kita begitu naif mengabaikan kejujuran rasa bahwa, iya, menemuimu kali ini adalah hal yang membuat hari semakin berwarna. Bertemu saat ini, adalah waktu paling kutunggu. Sementara, ada potongan hati yang bergulat menebus rindu. Mencari-cari sesuatu yang lama ingin disampaikan. Memilah-milah kisah yang ingin diuraikan. Tapi semua gagal. Waktu lebih suka mem...
sedikit kulakan asmara untuk jualan kata-kata