Aku melihat seperti ada yang membuncah dari matamu. Berkilauan menyampaikan runtutan cerita yang lama kau simpan. Kau tak putus mengisahkan segala hal tentang hidup. Dan mengalir saja menemukan muara, dalam gema suara-suara.
Selalu seperti itu. Kita hanya saling cerita, tetapi cerita cerita itu seperti membelai sisi batin yang mungkin sebelumnya tak tersentuh. Terlebih, selalu ada perjalanan serupa yang ditemukan tanpa sengaja. Dan itu semakin, menusuk ketika jadi kenangan yang hanya berputar di kepala. Saat jarak kembali menegur sapa.
Samar-samar, aku menyaksikan titik rona bahagia yang terhalang dinding keangkuhan. Ah, mengapa kita begitu naif mengabaikan kejujuran rasa bahwa, iya, menemuimu kali ini adalah hal yang membuat hari semakin berwarna. Bertemu saat ini, adalah waktu paling kutunggu.
Sementara, ada potongan hati yang bergulat menebus rindu. Mencari-cari sesuatu yang lama ingin disampaikan. Memilah-milah kisah yang ingin diuraikan. Tapi semua gagal. Waktu lebih suka membiarkan kita menyusuri alur yang mengalir. Kemudian, menciptakan gusar yang terus mengakar, menikmatinya sebagai indah realita, atau menguburnya agar tak semakin menambah luka.
Lalu, hujan menyaksikan kepulangan kita dalam rintik rahasia, menyulam memori yang mungkin akan semakin berat untuk dibawa pergi. Lampu kota mulai menyala, tetapi sudut hati mulai redup. Membayangkan kembali langkah berat yang tertimbun ribuan makna. Malam ini, dingin memeluk dengan paksa. Seperti memberi tanda, semakin banyak rahasia, yang kuharap, kau mampu membacanya lewat tanda-tanda.
Sungguh, menahan rindu bukan perkara yang mudah. Dan kecerobohanku adalah, membiarkan rindu itu semakin bertambah. Alih-alih membakarnya, biar musnah.
Ada yang aneh dengan ini. Dengan rindu yang semakin menusuk hati. Dengan resah setiap kali tak kau tanggapi.
Ahai, mestinya kita mengerti, kita tahu bahwa ini hanya butuh kejujuran hati. Entah bagaimana nanti akhir akan membawa kita pada titik henti. Tetapi, masalah rindu. Itu jelas ku akui. Dengan seribu cara yang coba dilalui, untuk menebusnya.
Komentar
Posting Komentar