Langsung ke konten utama

MENEBUS RINDU

Aku melihat seperti ada yang membuncah dari matamu. Berkilauan menyampaikan runtutan cerita yang lama kau simpan. Kau tak putus mengisahkan segala hal tentang hidup. Dan mengalir saja menemukan muara, dalam gema suara-suara.

Selalu seperti itu. Kita hanya saling cerita, tetapi cerita cerita itu seperti membelai sisi batin yang mungkin sebelumnya tak tersentuh. Terlebih, selalu ada perjalanan serupa yang ditemukan tanpa sengaja. Dan itu semakin, menusuk ketika jadi kenangan yang hanya berputar di kepala. Saat jarak kembali menegur sapa.

Samar-samar, aku menyaksikan titik rona bahagia yang terhalang dinding keangkuhan. Ah, mengapa kita begitu naif mengabaikan kejujuran rasa bahwa, iya, menemuimu kali ini adalah hal yang membuat hari semakin berwarna. Bertemu saat ini, adalah waktu paling kutunggu. 

Sementara, ada potongan hati yang bergulat menebus rindu. Mencari-cari sesuatu yang lama ingin disampaikan. Memilah-milah kisah yang ingin diuraikan. Tapi semua gagal. Waktu lebih suka membiarkan kita menyusuri alur yang mengalir. Kemudian, menciptakan gusar yang terus mengakar, menikmatinya sebagai indah realita, atau menguburnya agar tak semakin menambah luka.

Lalu, hujan menyaksikan kepulangan kita dalam rintik rahasia, menyulam memori yang mungkin akan semakin berat untuk dibawa pergi. Lampu kota mulai menyala, tetapi sudut hati mulai redup. Membayangkan kembali langkah berat yang tertimbun ribuan makna. Malam ini, dingin memeluk dengan paksa. Seperti memberi tanda, semakin banyak rahasia, yang kuharap, kau mampu membacanya lewat tanda-tanda.

Sungguh, menahan rindu bukan perkara yang mudah. Dan kecerobohanku adalah, membiarkan rindu itu semakin bertambah. Alih-alih membakarnya, biar musnah. 

Ada yang aneh dengan ini. Dengan rindu yang semakin menusuk hati. Dengan resah setiap kali tak kau tanggapi.

Ahai, mestinya kita mengerti, kita tahu bahwa ini hanya butuh kejujuran hati. Entah bagaimana nanti akhir akan membawa kita pada titik henti. Tetapi, masalah rindu. Itu jelas ku akui. Dengan seribu cara yang coba dilalui, untuk menebusnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerpen BOTOL BOTOL TERAKHIR

BOTOL-BOTOL TERAKHIR Karya : Eka Wijayanti             Kilatan lampu flash kamera mendadak berhenti. Bisik bisik lirih seketika sirna. Tak ada yang menyangka bahwa hari ini, isu itu benar-benar terjadi. Sesuatu yang banyak dicibir orang, dianggap tak mungkin, dinilai tak rasional, berhasil dibungkus menjadi kejutan hari ini. Jauh meleset dari prediksi para kritikus tentang pesimisme negeri ini dalam mempertahankan konsistensi antara wacana dan realita. Semua mata tertuju pada sajian konferensi pers yang dilakukan oleh Menteri Penanggulangan Limbah dan Sampah. Barangkali, saking parahnya masalah sampah hingga pemerintah negeri ini menugaskan   seorang menteri khusus untuk menanggulanginya. Magister Muda ini, baru kemarin menjabat. Dan hari ini sudah membuat heboh penduduk se-antero negeri. Tepat pukul 19.30 malam ini ia mengumumkan bahwa di negeri sedang dalam masalah yang cukup berat. Sampah dan limbah sungguh merajalel...

KEMUDAHAN MENYUSUN CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TABEL TASSITA

TASSITA adalah singkatan dari Tabel Stimulus Inspirasi Cerita.   Menurut KBBI, Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Dalam hal ini tabel yang disusun adalah tabel jenis referensi yaitu  tabel yang berfungsi sebagai sumber segala keterangan yang terperinci dan digunakan untuk penunjukan. Stimulus berarti perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif (KBBI, 2019) , sedangkan inspirasi berarti ilham. Masih dalam KBBI, cerita diartikan sebagai tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya) atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka). Sehingga TASSITA dapat dipahami seb...

TENTANG MUSIKALISASI PUISI

  TENTANG MUSIKALISASI PUISI Oleh : Eka Wijayanti, S.S. (Guru Bahasa Indonesia, MAN 1 Kota Malang)                 Pekan lalu, saya berkesempatan untuk bertugas sebagai penilai Lomba Musikalisasi Puisi yang dilaksanakan ole rekan-rekan MGMP Bahasa Indonesia MTs Jawa Timur. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian event peringatan   Bulan Bahasa tahun 2024 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2024. Sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengapresiasi karya para siswa MTs ini. Meskipun pada awalnya sempat sedikit “waw” mengingat berkarya musikalisasi puisi bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi siswa setingkat menengah pertama. Namun anggapan ini sekiranya dipatahkan oleh pembuktian persembahan karya peserta yang memukau.             Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan peserta yang telah berproses dan memperkenalka...