Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

RENGGINANG YANG MENDAKI BLEK KH*NGGUAN

Anda GTT? Guru swasta? atau pegawai sekolah yang berstatus bukan PNS? Tentu tak asing dengan istilah Remahan Rengginang. Istilah yang sering kita pakai untuk mengibaratkan bahwa betapa pekerja non PNS ini mencoba bertahan dengan segala kemampuan yang dimiliki. Ibarat camilan rengginang, mereka harus merasakan panasnya penggorengan agar hasil akhirnya terasa renyah dan gurih. Rengginang menjadi cerminan para pekerja dalam memperjuangkan status dan nasibnya. Ada yang cukup beruntung karena ditempatkan di toples kaca yang elegan. Ada pula yang harus terima dibungkus plastik kresek seadanya. Begitu pula dengan nasib saya dan beberapa kawan-kawan sebelum mengikuti tes CPNS. Diantara kami mayoritas adalah pegawai swasta, atau guru honorer yang nasibnya tak menentu. Dan kemudian, terdengar nyaring suara blek Kh*ngguan yang terjatuh. Nampak kosong melompong isinya. Blek yang menjadi simbol prestise dan harga diri. Blek yang dikenal awet, tak gampang neyeng, mampu menjamnin kelangsungan...

KEMUDAHAN MENYUSUN CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TABEL TASSITA

TASSITA adalah singkatan dari Tabel Stimulus Inspirasi Cerita.   Menurut KBBI, Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Dalam hal ini tabel yang disusun adalah tabel jenis referensi yaitu  tabel yang berfungsi sebagai sumber segala keterangan yang terperinci dan digunakan untuk penunjukan. Stimulus berarti perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif (KBBI, 2019) , sedangkan inspirasi berarti ilham. Masih dalam KBBI, cerita diartikan sebagai tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya) atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka). Sehingga TASSITA dapat dipahami seb...

"Pertemuan Tak Kasat Mata"

(Puisi Karya Eka Wijayanti, S.S.) Siapakah gerangan mengetuk pintu Pikir batin berselimut ragu Kau atau dirimu? Ku ingin tahu Sebab kudengar resahmu mendesah pilu Hey itu kamu kan? Mengintip mesra tanpa sapaan Tebar harum tanpa wewangian Menyentuh lembut lewat belaian Dasar kau curang Tanpa kabar berita kau datang Sedang aku hanya mengenang Saat ragamu masih berbayang Lalu? Kau sebut ini pertemuan? Sementara rindu makin tak karuan Rengkuhlah sedikit gelisah ini, Tuan Nyataku hanya mampu memandang senyum mu Terajut manis pada dinding kamarku Maafkan aku jika pertemuan ini menjadi semu Sesungguhnya, hatiku belum benar-benar merelakan kepergianmu Malang, 30 Desember 2018

DARI NOL HINGGA PRESTASI JEMPOL” Sebuah Esai tentang Mengembangkan Ekstrakurikuler di Sekolah

Oleh : Eka Wijayanti S.S. Guru Bahasa Indonesia dan Seni Budaya SMK Kesehatan Adi Husada Kota Malang Guru. Sebuah profesi yang dahulu dihormati, membuat siswa tunduk patuh, menjadi tuntunan dan panutan. Saya masih ingat saat menduduki bangku sekolah dasar di tahun 1990-an, sungguh amat tabu jika kita tak mematuhi perintah guru. Sungguh malu jika satu saja kata makian disematkan oleh yang mulia guru. Tetapi, itu dulu. Saat setiap kata dan laku dari guru benar-benar digugu lan ditiru. Bagaimana dengan masa sekarang? Di era milenial ini, seorang murid tak hanya mencari ilmu dan mengasah akal. Murid juga mencari guru dengan kemampuan yang handal. Tak hanya mahir mencibir, namun juga kritis berpikir. Tak cuma lihai ceramah, namun juga mampu menunjukan arah Maka hal ini seirama dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005, bahwa guru memiliki 7 kewajiban pokok dalam tugasnya, yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Sehingga tugas seorang gur...

PENTAS MUSIM HUJAN” Eksplorasi Potensi Emas dalam Spirit Kemandirian (Sebuah Cerita tentang Inspirasi Mengembangkan Ekstrakurikuler Teater)

Oleh : Eka Wijayanti S.S. Guru Bahasa Indonesia dan Seni Budaya SMK Kesehatan Adi Husada Kota Malang Teater. Masih menjadi pemahaman umum bahwa Teater adalah kegiatan bermain peran dengan naskah sebagai acuan. Mengubah diri pribadi menjadi sosok yang diinginkan sutradara. Berakting menawan dengan dialog dan laku sesuai tuntutan peran. Mirisnya, sebagian orang masih menganggap bahwa Teater adalah kegiatan ekstrakurikuler yang dianggap buang-buang waktu, menyusahkan, dan menguras banyak tenaga. Umumnya, mereka yang berpendapat seperti ini belum memahami sepenuhnya bagaimana siswa-siswi belajar mengembangkan diri melalui Teater. Bahwa dalam teater ini, sesungguhnya mereka sedang belajar tentang amalan paling hakiki bagi seorang manusia, yakni belajar menjadi rahmatan lil alamin (bermanfaat bagi seluruh umat). Sebagai pegiat yang merintis pendalaman teater secara otodidak, kegiatan bermain peran ini tak bisa lagi dilakukan degan metode tradisional. Pendekatan, langkah, proses ...

Misi “Hardwork with Smart Product” bersama The Super Asus Zenbook S UX391UA (Liburan Asyik bersama ASUS)

Misi “ Hardwork with Smart Product ” bersama The Super Asus Zenbook S UX391UA Oleh : Eka Wijayanti             Cerahnya langit sore menemani lentik jemari yang hampir usai mengetik tugas kantor yang menggelitik. Libur esok harus sudah dinikmati dengan asyik. Tak boleh ada gangguan yang mengusik. Maka dalam waktu yang seharusnya sudah di rumah ini, harus saya relakan untuk menyelesaikan misi. Misi menyelesaikan lembur pantang mundur. Misi kerja keras pantang malas. Pukul lima sore semua tugas telah selesai. Dalam perjalanan merapikan file di laptop, kutemukan gurat kelelahan yang tergambar di beberapa sisinya. Layar kusam yang kadang bermuka masam, huruf-huruf keyboard yang memudar samar, nampaknya laptop ini sudah lelah dengan tugas lemburan kantor dan ratusan deadline karya sastra. Sudah tiba saatnya mendatangkan penyelamat yang melanjutkan penyelesaian misi. Perlu yang lebih dari sekedar laptop biasa. Karena misi ini...