Orang bijak berkata, tidak ada kebahagiaan yang sejati. Segala hal yang berlawanan, sesungguhnya justru selalu berjalan beriringan. Pun dengan kebahagiaan, akan ada setitik duka yang menjadi kawan sejatinya. Pada berita kepulangan ke kampung domisili, tentu menghadirkan syukur bahagia di jiwa. Penantian dan harapan yang dielukan pada setiap detik, menjadi nyata bak keajaiban yang tak terduga hadirnya. Namun, ada sisi kelam batin yang dirundung nestapa. Sejujurnya tak banyak hal berkesan yang dapat dikenang dengan indah. Mungkin karena batin terlalu lelah dihujani berbagai beban dan tuntutan, sehingga sedikit saja ruang yang tersedia untuk menyimpan memori dan kisah yang dapat dijadikan tabungan cerita. Dari sedikit ruang itu, salah satu yang menempatinya adalah, mereka. Anak-anak didik yang selalu menemani langkah dan proses selama berada di rantau. Anak-anak yang menjadi motivasi dan energi terkuat, untuk tetap bertahan diantara kesepian mengabdi di tanah rantau. Selang beb...
sedikit kulakan asmara untuk jualan kata-kata