Langsung ke konten utama

REDISTRIBUSI : Penguatan Pengabdian Putra Putri Daerah Kembali ke Tanah Domisili

 "InsyaAllah, kabar bahagia akan datang"

begitu bunyi pesan dari grup perantau yang kubaca selepas Isya. Pada mulanya, aku (dan mungkin kami) merasa biasa dengan pesan itu. Bukan karena pesimis, tetapi kami merasa lebih baik untuk berharap yang biasa. Sebab, beberapa kali sungguh-sungguh berharap, nyatanya impian dan harapan indah kami masih belum juga terwujud. Pada akhirnya, selalu sabar dan optimis, menjadi ikhtiar kami untuk menjalani pengabdian di tanah perantauan.

Pesan yang kemudian terhenti tanpa diskusi panjang. Sebab sebelumnya, diskusi indah kami tentang khayalan pulang ke kampung asal, akan berakhir dengan "aamiin" yang cukup pilu. Namun, malam ini, ternyata ada kejutan. Kejutan yang bagaikan mukjizat. 

"Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..."
Jemariku gemetar membaca pesan yang baru sampai. Pesan bahwa kami mendapatkan undangan untuk menerima SK Redistribusi. Sebuah peristiwa yang sudah hampir 2 tahun kami perjuangkan dan kami nantikan. Apalagi, begitu singkat dan tidak terduga, bukan bulan depan, atau tahun depan. Melainkan, besok lusa. 

Lampiran undangan itu lalu kami baca dengan seksama. Memastikan bahwa nama-nama kami memang tercantum disana, Allahuakbar, memang ini adalah nyata, nama kami bersembilan terpampang disana. Rasa takjub dan haru berlarian di sudut hati kami. Memang benar kiranya bahwa Allah, pasti memiliki rencana terbaik untuk mengakhiri kisah perjuangan kami di rantau.

Tak sedikit yang menilai bahwa kami terlalu dini untuk berangan-angan mengenai keinginan pulang ke tanah domisili. Kami pun sadar diri, bahwa menjadi ASN dan kewajiban mengabdi di seluruh wilayah adalah satu paket wujud cinta negeri yang harus dipatuhi. Namun, bukan berarti selama ini kami bermanja diri dan memaksakan kehendak hati. Meski terpisah puluhan, bahkan ratusan kilometer dengan keluarga, walau menempuh jalanan terjal serta beda adat budaya, kami tetap berupaya memberikan yang terbaik di satker rantau tempat kami ditugaskan.

Tak sedikit dari kami yang mendapat apresiasi atas kinerja dan loyalitas terhadap instansi. Beberapa dari kami bahkan menorehkan prestasi, membuat catatan-catatan penting yang berpengaruh bagi perjalanan instansi. Kami totalitas, meski seringkali pontang-pantin kesana kemari dengan debu jalanan, sesak transportasi umum, yang erat memeluk rindu pada kampung halaman.

Di balik itu, banyak peristiwa memilukan yang kami lalui selagi kami mengabdi di tanah rantau. Melewatkan masa-masa bersama kedua orangtua yang sedang sakit, bahkan meredam pilu ketika tak sanggup mendampingi momen terakhir sebelum kepergian keluarga tersayang, untuk selamanya. Luka dan kesakitan yang kami telan sendiri, sembari tetap begandengan bersama sesama kawan perantau, saling menguatkan, saling memeluk hati.

Sebetulnya, luka ini sempat tergores, manakala kami mengetahui bahwa kami masih harus bersabar, meski rekan-rekan lain, sudah bisa kembali ke domisili, hanya dalam beberapa waktu setelah penempatan. Tetapi kami mencoba turut bahagia, dan berharap semoga langkah-langkah mereka, bisa segera menular pada kami, yang hampir setengah dekade lebih dahulu mengabdi.

Dan... Alhamdulillah...

Dengan perjuangan panjang rekan-rekan pejuang Redistribusi, di hari Sabtu, 30 Desember 2024, kami bisa berbahagia. Menerima SK Redistribusi dan kembali ke tanah domisili dengan penuh haru, takjub dan gembira yang menderu. Seiring gema sholawat dan takbir di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Sukolilo Surabaya, keharuan kami menjelma menjadi tetes-tetes air mata bahagia. 

Semakin gembira hati ketika menerima selembar Surat Redistribusi yang di dalamnya tertulis instansi baru yang akan kami tempati: berada sangat dekat dengan rumah kami, tidak lagi di rantau. Alhamdulillah.

Meski harus memulai dari awal lagi, kami jalani semua dengan sepenuh hati. Setiap cerita pasti memiliki makna dan memori yang berari bagi perjalanan hidup kami. Meski hanya 4,5 tahun, kami telah belajar banyak perihal keikhlasan, kesabaran, ketahanan, dan loyalitas selama berada di perantauan.

Bismillah, semoga perjalanan ini menghadirkan banyak nuansa dan cerita baik bagi kita semua. Aamiin.

Selamat melanjutkan perjuangan teman-teman PNS angkatan 2019!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerpen BOTOL BOTOL TERAKHIR

BOTOL-BOTOL TERAKHIR Karya : Eka Wijayanti             Kilatan lampu flash kamera mendadak berhenti. Bisik bisik lirih seketika sirna. Tak ada yang menyangka bahwa hari ini, isu itu benar-benar terjadi. Sesuatu yang banyak dicibir orang, dianggap tak mungkin, dinilai tak rasional, berhasil dibungkus menjadi kejutan hari ini. Jauh meleset dari prediksi para kritikus tentang pesimisme negeri ini dalam mempertahankan konsistensi antara wacana dan realita. Semua mata tertuju pada sajian konferensi pers yang dilakukan oleh Menteri Penanggulangan Limbah dan Sampah. Barangkali, saking parahnya masalah sampah hingga pemerintah negeri ini menugaskan   seorang menteri khusus untuk menanggulanginya. Magister Muda ini, baru kemarin menjabat. Dan hari ini sudah membuat heboh penduduk se-antero negeri. Tepat pukul 19.30 malam ini ia mengumumkan bahwa di negeri sedang dalam masalah yang cukup berat. Sampah dan limbah sungguh merajalel...

KEMUDAHAN MENYUSUN CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TABEL TASSITA

TASSITA adalah singkatan dari Tabel Stimulus Inspirasi Cerita.   Menurut KBBI, Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Dalam hal ini tabel yang disusun adalah tabel jenis referensi yaitu  tabel yang berfungsi sebagai sumber segala keterangan yang terperinci dan digunakan untuk penunjukan. Stimulus berarti perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif (KBBI, 2019) , sedangkan inspirasi berarti ilham. Masih dalam KBBI, cerita diartikan sebagai tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya) atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka). Sehingga TASSITA dapat dipahami seb...

TENTANG MUSIKALISASI PUISI

  TENTANG MUSIKALISASI PUISI Oleh : Eka Wijayanti, S.S. (Guru Bahasa Indonesia, MAN 1 Kota Malang)                 Pekan lalu, saya berkesempatan untuk bertugas sebagai penilai Lomba Musikalisasi Puisi yang dilaksanakan ole rekan-rekan MGMP Bahasa Indonesia MTs Jawa Timur. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian event peringatan   Bulan Bahasa tahun 2024 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2024. Sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengapresiasi karya para siswa MTs ini. Meskipun pada awalnya sempat sedikit “waw” mengingat berkarya musikalisasi puisi bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi siswa setingkat menengah pertama. Namun anggapan ini sekiranya dipatahkan oleh pembuktian persembahan karya peserta yang memukau.             Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan peserta yang telah berproses dan memperkenalka...