Bismillahirrahmanirrahim.
Izinkan saya sedikit berbagi cerita, tentang pengalaman yang berharga dan meninggalkan kesan : Sinoman ala Festival.
Makna SINOMAN dalam bahasa jawa berarti sekelompok pemuda yang membantu orang yang sedang mempunyai hajat sebagai pelayan tamu (terutama di pedesaan). Meski terkesan sangat tradisional dan terbilang jadul, namun kegiatan ini sebenarnya sering kita akrabi dalam kehidupan pekerjaan. Dan pada moment ini, saya lebih senang menggunakan istilah Sinoman, ketimbang Event Organizer. karena bagi saya, job description dalam aktivitas Sinoman lebih luwes, cepat tanggap, dan atraktif. Kegiatan Sinoman ala Festival ini baru saja saya nikmati bersama tim Limau Ranum, saat kami mendapatkan mandat untuk menjadi panitia pelaksana dalam Festival Kreasi Seni dan Bakat antar SMK Kesehatan tingkat Nasional.
Izinkan saya sedikit berbagi cerita, tentang pengalaman yang berharga dan meninggalkan kesan : Sinoman ala Festival.
Makna SINOMAN dalam bahasa jawa berarti sekelompok pemuda yang membantu orang yang sedang mempunyai hajat sebagai pelayan tamu (terutama di pedesaan). Meski terkesan sangat tradisional dan terbilang jadul, namun kegiatan ini sebenarnya sering kita akrabi dalam kehidupan pekerjaan. Dan pada moment ini, saya lebih senang menggunakan istilah Sinoman, ketimbang Event Organizer. karena bagi saya, job description dalam aktivitas Sinoman lebih luwes, cepat tanggap, dan atraktif. Kegiatan Sinoman ala Festival ini baru saja saya nikmati bersama tim Limau Ranum, saat kami mendapatkan mandat untuk menjadi panitia pelaksana dalam Festival Kreasi Seni dan Bakat antar SMK Kesehatan tingkat Nasional.
Ini adalah kali pertama saya menjadi penanggung jawab dalam event berskala nasional. Sebelum-sebelumnya saya hanya menjadi peserta, penggembira yang meramaikan perlombaan di beberapa daerah. Terhitung sejak tahun 2008, saya mulai aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba atau festival baik tingkat regional maupun nasional.
| Sajian dar SMK Brawijaya Durenan Trenggalek, salah satu peserta FKSB Persemki 2018 |
Festival Kreasi Seni dan Bakat. Bukan sekedar lomba di satu disiplin seni saja. Festival ini cukup menarik karena setiap peserta diharapkan membuat sebuah karya yang merupakan perpaduan dari disiplin seni dan bakat yang dimiliki oleh sekolah. Gampang-gampang susah memang. Tapi di sinilah poin nya. Bagaimana kami sebagai pendidik di tingkat SMK bisa mencitrakan standar siswa SMK yang memiliki ciri khas kreatif, dan siap kerja. Maka, festival ini menjadi catatan sejarah, bahwa siswa siswi SMK Kesehatan juga melek terhadap perkembangan seni.
Banyak pengalaman kurang menyenangkan yang saya alami selama menjadi peserta di berbagai perlombaan, hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi saya dan tim panitia. Akhirnya kami mengupayakan beberapa langkah agar festival ini memberikan kesan yang positif bagi seluruh pihak.
1. PEMILIHAN JURI
Juri menjadi poin penting dalam sebuah festival. Pada beberapa lomba yang saya ikuti, seringkali panitia terkesan merahasiakan identitas juri dengan berbagai alasan. Pada festival kali ini, kami mengusahakan pemilihan Juri sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing, namun tetap memperhatikan kebutuhan penilaian.
akhirnya, pilihan kami jatuh pada 3 dewan Juri.
| Dewan Juri (dari kiri ke kanan) Roci Marciano, Robby Hidajat, H. Anang Brotoseno |
1. Dr. Robby Hidajat, M.Sn
·
Malang,
29 Feberuari 1960
·
S-3
Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
·
Bekerja
sebagai staf Jurusan Seni dan Desain, Fak Sastra Universitas Negeri Malang.
·
Aktivitas Berkarya seni menulis kritik seni di
beberapa media massa, dan menulis buku seni Pengelola blog stodiotari.blogspot.com,
dan youtube channel robby hidajat , Mencipta koreografi
2. Drs. Hadrianus Anang
Brontoseno
·
Pamekasan, 23 Januari 1967
·
Pekerja Edukasi Musik
·
Art Director Paduan Suara selama 26 tahun
·
Pendiri Grandioso
Music School
·
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan
Kelompok Latihan Pedalangan dan Karawitan Padaka Nusa Malang
3. Roci Marciano, S.Sn., M.Sn
·
Panti, Pasaman-Sumatera Barat 06 Maret 1986
·
S2 Jurusan Penciptaan Seni
Teater, Pasca Sarjana ISI Yogyakarta (2012 - 2014)
·
Staff pegawai (Dosen Teater) di Sekolah
Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya – Jatim
·
utusan program penelitian Opera Peking ke
Beijing tahun 2011
·
Menjadi utusan dan aktor dalam pementasan
Panji Nuswantara ke Malaysia dan Singapore tahun 2011
·
Festival Teater Internasional di Quanzhao,
China tahun 2016
·
Menjadi actor dan sutradara di lebih dari 140
pementasan dan film
2. TECHNICAL MEETING BERSAMA SEMUA JURI
Kami berupaya menghadirkan semua juri pada saat temu teknis, sehingga peserta bisa langsung bertanya dan mengetahui kapasitas juri secara langsung. Ini tak lepas dari pengalaman saya mengikuti temu teknis di beberapa lomba yang 90% diantaranya tak menghadirkan juri secara langsung. Hal ini dapat menjadi acuan bagi peserta untuk memantapkan karya sesuai dengan kesepakatan yang disetujui bersama saat temu teknis. Di sisi lain, pertemuan ini menjadi salah satu jaminan dari kami selaku panitia bahwa penilaian yang dilakukan adalah fair, tanpa ada keberpihakan ke arah manapun.
Suasana temu teknis bersama juri
3. PELAYANAN SEMAKSIMAL MUNGKIN KEPADA PESERTA
Tak ada panitia yang sempurna. Bahkan ketika kita sudah mengupayakan yang terbaik pun, pasti ada kesalahan, kekeliruan baik itu disadari maupun tidak. Sejak awal kami berusaha memberi informasi sebaik mungkin kepada peserta, terkait jadwal penampilan, kondisi panggung, mengingatkan perihal teknis non teknis dan banyak lagi.
Ada sisi lain juga yang terkadang menjadi dilema, saat kami harus tetap patuh juknis, namun berlawanan dengan ketidaktegaan yang menggelitik dalam hati.
4. EVALUASI DAN DIALOG PESERTA DENGAN JURI
Seringkali setelah pengumuman pemenang, kita akan sulit menemukan dimana juri berada. Terutama jika berada di pihak yang kalah, kami membutuhkan penjelasan terkait apa kekurangan dari penampilan kami. Berbagai alasan yang disampaikan, mulai dari Juri yang masuk angin, datanya yang menjadi rahasia, dan lain sebagainya. Akhirnya persepsi para peserta pun mengarah pada manipulasi data dan keberpihakan juri atau panitia terhadap orang-orang tertentu. Pengalaman ini lalu membuat kami berkaca. Bahwa momen ini juga harus disikapi sebagai sebuah pertemuan yang dapat menghasilkan pengalaman dan pembelajaran berharga bagi semua pihak. Momen yang menjadi pembalasan kami atas kekecewaan yang kami alami pada even-even lainnya.
Bersyukur kami dipertemukan dengan para Juri yang nampaknya sangat memahami keresahan para peserta Festival. Ketika kami menawarkan evaluasi dengan menghadirkan seluruh peserta, para Juri justru berlipat semangat mengusulkan adanya dialog yang lebih intim. Para juri berkenan melakukan dialog dengan satu persatu peserta. sehingga para peserta dapat bertanya, meminta evaluasi, dan sekaligus mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan inovasi untuk kemajuan karya-karya berikutnya. Alhamdulillah, upaya ini mendapatkan apresiasi positif dari para peserta.
Diskusi ini dilaksanakan setelah para juri menyelesaikan penilaian untuk para peserta. sehingga dapat dipastikan bahwa diskusi ini tidak mengubah hasil penilaian.
suasana dialog para peserta dengan juri
|
HASIL PENILAIAN
Dari Festival yang dilaksanakan selama 2 hari, 13-14 November 2018, sebanyak 19 Peserta dari seluruh Indonesia menampilkan kreasi seni dan bakat nya. Berikut daftar pemenang dari hasil penilaian Juri.
3 PENYAJI TERBAIK NON RANKING
| PENYAJI TERBAIK NON RANGKING FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK KESEHATAN ANNISA 3 BOGOR |
| PENYAJI TERBAIK NON RANGKING FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK INDONESIA PUTERA BLITAR |
| PENYAJI TERBAIK NON RANGKING FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK GLOBAL CENDEKIA JAKARTA |
| PENYAJI UNGGULAN NON RANGKING FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK BRAWIJAYA TULUNGAGUNG |
| PENYAJI UNGGULAN NON RANGKING FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK KESEHATAN ADI HUSADA MALANG |
| PENYAJI UNGGULAN NON RANGKING FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK KARYA TEKNOLOGI BANYUMAS |
| PEMAIN TERBAIK PUTRA FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : AHMAD MUHAMMAD M. (SMK PLUS NU SIDOARJO) |
| PEMAIN TERBAIK PUTRI FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : HEBI KRISTIANA SARI (SMK INDONESIA PUTERA BLITAR) |
| PENYAJI KOSTUM MAKE UP DAN ARTISTIK TERBAIK FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK BINTANG NUSANTARA KARANGANYAR |
| PENYAJI MUSIK TERBAIK FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK KARYA TEKNOLOGI BANYUMAS |
| PENYAJI SINOPSIS TERBAIK FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK KESEHATAN ANNISA 3 BOGOR |
| PENYAJI FAVORIT FKSB PERSEMKI 2018 TINGKAT NASIONAL : SMK NEGERI 6 AMBON |
Demikian sekelumit pengalaman saya sebagai pemula dalam bidang Sinoman ala Festival. Sejatinya, sebuah kompetisi adalah medan laga dalam pencarian ilmu. Ilmu tentang manajemen waktu, manajemen team, pengakuan kesalahan, kebesaran hati, dan ilmu tentang menghargai. ALHAMDULILLAH. Semoga ke depannya dapat menjadi pemicu untuk lebih baik bagi kita semua. Salam Budaya!!
Keren lah buat tim FKSB Hut persemki ke 3
BalasHapusSukses ters buat kita semua