Langsung ke konten utama

Bersiap Merangkul Pembelajaran Koding dan Artificial Intelegence


Masih menuai pro dan kontra, perlukah pembelajaran Koding dan AI ini segera diterapkan?

Berbagai opini dan pendapat bermunculan.Namun, setiap perubahan tentunya membutuhkan detil-detil kesiapan strategis yang berdampak pada kami, unsur pelaksana pendidikan. Alih-alih memperdebatkan kepentingan dan urgensi, kelihatannya kita lebih bijak jika bersegera menyiapkan "uborampe" yang harus hadir dalam rangkaian "ritual" baru, sebagai implikasi dari hadirnya wacana kebijakan yang semakin berwarna-warni.

Fakta tentang laju pesat putaran zaman sebaiknya kita terima dengan membuka mata bahwa selain sandang, pangan, papan, nampaknya kecerdasan buatan kini turut menjelma menjadi kebutuhan pokok yang tak terhindarkan. Solusi cepat yang menjadi rujukan mesti akurat tepat-nya terkadang masih disangsikan.

Kami kurang suka menebutnya sebagai ancaman, namun sebagai pendidik, kita patut menguatkan bekal pemahaman tentang bagaimana kecerdasan buatan ini bekerja, menyarikan informasi, hingga sampai pada paparan data yang sesungguhnya masih perlu kita koreksi silang dengan fakta dan referensi pustaka. Kebanggaan dan ketulusan menjadi pendidik, saat ini tak cukup hanya dinilai dengan tanggung tunai kewajiban hadir di kelas. Lebih dari itu, kita perlu menghadirkan bukti nyata, bahwa belajar, tidak selesai dengan mengandalkan kecerdasan buatan. Keterampilan berpikir multikompleks yang bermara pada pengakuan softskill, tetap menjadi bare minimum potensi diri yang tak bisa sekadar digali. Ia harus terus diberi makan, makanan "bergizi". Bukan melulu yang "cepat saji".

Selayaknya teman baru, sebagai pendidik, kiranya kita perlu berkenalan dengan kecerdasan buatan ini. Sehingga kita memiliki wawasan nyata dan mampu memberikan penguatan dan strategi bijak penggunaan kecerdasan buatan.

Saat ini, kesadaran akan pentingnya literasi digital di kalangan pendidik dan pengambil kebijakan semakin meningkat. Namun, implementasi pembelajaran koding dan KA masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal ketersediaan guru yang kompeten, infrastruktur teknologi yang memadai, dan kesenjangan antara sekolah perkotaan dan pedesaan.

Beberapa sekolah unggulan di kota besar telah mampu mengembangkan program-program inovatif dalam pembelajaran koding dan KA. Sementara itu, banyak sekolah di daerah masih berjuang untuk mengakses pelatihan guru dan perangkat digital yang memadai. Hal ini menimbulkan kesenjangan digital yang perlu segera diatasi melalui kebijakan yang berpihak, pemerataan akses teknologi, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Terlampir adalah naskah akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang bersumber dari situs kurikulum Kemendikbud. Semoga dapat memperkaya, menguatkan, menajamkan strategi pembelajaran yang dapat membekali generasi penerus bangsa. (Eka Wijayanti, 28 Juni 2025)

NASKAH AKADEMIK PEMBELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerpen BOTOL BOTOL TERAKHIR

BOTOL-BOTOL TERAKHIR Karya : Eka Wijayanti             Kilatan lampu flash kamera mendadak berhenti. Bisik bisik lirih seketika sirna. Tak ada yang menyangka bahwa hari ini, isu itu benar-benar terjadi. Sesuatu yang banyak dicibir orang, dianggap tak mungkin, dinilai tak rasional, berhasil dibungkus menjadi kejutan hari ini. Jauh meleset dari prediksi para kritikus tentang pesimisme negeri ini dalam mempertahankan konsistensi antara wacana dan realita. Semua mata tertuju pada sajian konferensi pers yang dilakukan oleh Menteri Penanggulangan Limbah dan Sampah. Barangkali, saking parahnya masalah sampah hingga pemerintah negeri ini menugaskan   seorang menteri khusus untuk menanggulanginya. Magister Muda ini, baru kemarin menjabat. Dan hari ini sudah membuat heboh penduduk se-antero negeri. Tepat pukul 19.30 malam ini ia mengumumkan bahwa di negeri sedang dalam masalah yang cukup berat. Sampah dan limbah sungguh merajalel...

KEMUDAHAN MENYUSUN CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TABEL TASSITA

TASSITA adalah singkatan dari Tabel Stimulus Inspirasi Cerita.   Menurut KBBI, Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Dalam hal ini tabel yang disusun adalah tabel jenis referensi yaitu  tabel yang berfungsi sebagai sumber segala keterangan yang terperinci dan digunakan untuk penunjukan. Stimulus berarti perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif (KBBI, 2019) , sedangkan inspirasi berarti ilham. Masih dalam KBBI, cerita diartikan sebagai tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya) atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka). Sehingga TASSITA dapat dipahami seb...

TENTANG MUSIKALISASI PUISI

  TENTANG MUSIKALISASI PUISI Oleh : Eka Wijayanti, S.S. (Guru Bahasa Indonesia, MAN 1 Kota Malang)                 Pekan lalu, saya berkesempatan untuk bertugas sebagai penilai Lomba Musikalisasi Puisi yang dilaksanakan ole rekan-rekan MGMP Bahasa Indonesia MTs Jawa Timur. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian event peringatan   Bulan Bahasa tahun 2024 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2024. Sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk mengapresiasi karya para siswa MTs ini. Meskipun pada awalnya sempat sedikit “waw” mengingat berkarya musikalisasi puisi bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi siswa setingkat menengah pertama. Namun anggapan ini sekiranya dipatahkan oleh pembuktian persembahan karya peserta yang memukau.             Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan peserta yang telah berproses dan memperkenalka...