Masih menuai pro dan kontra, perlukah pembelajaran Koding dan AI ini segera diterapkan? Berbagai opini dan pendapat bermunculan.Namun, setiap perubahan tentunya membutuhkan detil-detil kesiapan strategis yang berdampak pada kami, unsur pelaksana pendidikan. Alih-alih memperdebatkan kepentingan dan urgensi, kelihatannya kita lebih bijak jika bersegera menyiapkan "uborampe" yang harus hadir dalam rangkaian "ritual" baru, sebagai implikasi dari hadirnya wacana kebijakan yang semakin berwarna-warni. Fakta tentang laju pesat putaran zaman sebaiknya kita terima dengan membuka mata bahwa selain sandang, pangan, papan, nampaknya kecerdasan buatan kini turut menjelma menjadi kebutuhan pokok yang tak terhindarkan. Solusi cepat yang menjadi rujukan mesti akurat tepat-nya terkadang masih disangsikan. Kami kurang suka menebutnya sebagai ancaman, namun sebagai pendidik, kita patut menguatkan bekal pemahaman tentang bagaimana kecerdasan buatan ini bekerja, menyarikan informasi, hi...
Oleh : Eka Wijayanti, S.S. Duel Abad 21 di Warung Kopi Ngalam Di tengah gegap gempita zaman digital yang mengusung kecanggihan machine learning , muncul sebuah cerita langka dari jantung budaya Jawa Timur, khususnya Malang. Sebuah tradisi tutur yang bernama boso walikan tidak hanya bertahan, namun terus hidup dalam dinamika anak muda yang melek teknologi. Di satu sisi ada Artifcial Intelegence (AI) dengan kekuatan analitiknya, di sisi lain ada bahasa rakyat yang lahir dari perjuangan, kreativitas, dan rasa kebersamaan. Cerita simbolik “pertarungan” antara machine learning dan boso walikan bukan sekadar drama fiksi. Ia menjadi refleksi tajam terhadap dilema kultural yang kita hadapi saat ini: bagaimana budaya lokal bisa bertahan dan berinovasi dalam bayang-bayang teknologi yang semakin dominan? Untuk menjawabnya, kita perlu menggali sejarah, nilai, dan relevansi kontemporer dari bahasa terbalik khas Malang ini, sekaligus melihat bagaimana dialek lokal turut terger...